Penyakit jantung kini tidak hanya terjadi pada orangtua, namun mulai banyak ditemui pada usia muda. Meningkatnya risiko penyakit jantung seseorang, salah satunya akibat kebiasaan menjalankan pola hidup yang tidak sehat. Bila kebiasaan tidak sehat tersebut dilakukan selama bertahun-tahun semenjak kecil, risiko terkena penyakit jantung pada usia muda menjadi lebih tinggi. Berikut daftar 8 kebiasaan buruk yang membahayakan jantung seperti dikutip dari Time.com.

1. Menonton TV

Menonton TV terlalu lama meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung dan stroke. Harmony R Reynolds dari Cardiovascular Clinical Research Center di NYU Langone Medical Center, New York mengatidakan, kurang gerak mempegaruhi kadar lemak dan gula dalam darah. Menurut dia, melakukan sedikit olahraga pun tidak akan berarti jika lebih banyak menghabiskan waktu untuk menonton TV atau film selama berjam-jam.

2. Stres hingga depresi

Jangan membiarkan rasa stres hingga depresi. Jika sudah merasa stres, segera cara bantuan kepada orang lain jika tidak bisa mengatasinya sendiri. Ceritidakanlah masalah yang membuat stres kepada orang dekat yang Anda percaya. Stres akan meningkatkan tekanan darah dan memicu penyakit jantung. Reynolds mengatidakan, bersosialisasi, tertawa bersama teman-teman dapat membantu menghilangkan stres.

3. Mengabaikan kebiasaan mendengkur

Kebisaan mendengkur ketika tidur bisa jadi tanda-tanda serius dari masalah obstructive sleep apnea atau henti napas saat tidur. Gangguan tersebut bisa meningkatkan risiko sakit jantung. Henti napas saat tidur membuat aliran darah ke seluruh tubuh menjadi tidak lancar, termasuk ke jantung dan otidak. Ahli kardiovaskular Robert Ostfeld mengatidakan, bila Anda suka mendengkur dan bangun tidur terasa sangat lelah, periksalah ke dokter.

4. Jarang bersihkan gigi

Gigi seharusnya dibersihkan dua kali sehari dengan menyikat gigi dan juga menggunakan benang gigi atau istilah lainnya flossing. Menurut DR. Osfeld, tidak membersihkan gigi dengan baik bisa menyebabkan menumpuknya bakteri dan meningkatkan masalah gusi. Sejumlah penelitian menunjukkan, masalah pada gigi dan mulut tersebut bisa memicu peradangan pada tubuh, termasuk di pembuluh darah atau asterosklerosis.

5. Tidak olahraga teratur

Olahraga bukan hanya sekali atau dua kali saja dilakukan, namun harus teratur dan terukur untuk meningkatkan kesehatan jantung. Bila belum terbiasa olahraga, mulainya dengan intensitas ringan. Menurut DR Judith S Hochman dari Cardiovascular Clinical Research Center, sebagian besar orang-orang berusia 40-50 tahun yang tidak konsisten dalam berolahraga.

6. Terlalu banyak minum alkohol

Tidak terhitung berapa banyak penelitian yang menunjukkan dampak buruk terlalu banyak minum alkohol bagi kesehatan tubuh, termasuk jantung. Minum minuman berakohol akan meningkatkan risiko hipertensi, meningkatkan kadar lemak dalam darah, dan risiko gagal jantung.

7. Makan berlebihan

Makanlah secukupnya dengan gizi seimbang. Makan yang terlalu banyak bisa menyebabkan obesitas yang menjadi salah satu faktor risiko utama terjadinya penyakit jantung. Tingginya lemak di dalam darah mampu menyebabkan penumpukkan plak di pembuluh darah. Kurangi kebiasaan minum minuman dengan kadar gula tinggi dan menggantinya dengan minum air putih saja juga membantu penurunan berat badan dan risiko sakit jantung.

8. Merokok

Menurut DR Ostfeld, merokok itu bencana besar bagi jantung, karena dapat meningkatkan pembekuan darah, menghambat aliran darah ke jantung, hingga meningkatkan penumpukkan plak di pembuluh darah.

tidak hanya bagi merokok, mereka yang tidak merokok namun tinggal dengan seorang perokok pun berisiko terkena penyakit jantung.


Cegah segera penyempitan pembuluh darah koroner, hipertensi, jantung bengkak dll
agar tidak menjadi SERANGAN JANTUNG yang dapat merenggut nyawa setiap saat.

Untuk pemesanan, informasi harga dan info lainnya, hubungi Customer Service kami di nomor :

0812 2171 7224